Berekreasi ke Monumen Nasional Jakarta

Berekreasi ke Monumen Nasional Jakarta

Sewa ELF Jakarta ke Monumen Nasional dengan Puma Wisata. Berekreasi sambil wisata edukasi dan wisata sejarah di Monumen Nasional. Dapat menjadi pengalaman yang mengasyikan bagi semua kalangan.

Berekreasi jadi hal yang perlu dilakukan untuk merefreshingkan pikiran. Terutama bagi kalian yang setiap harinya disibukkan dengan kegiatan yang melelahkan. Jika anda tinggal di Daerah Jakarta ada banyak tempat rekreasi yang dapat anda kunjungi. Tempat tempat rekreasi di Jakarta tak kalah menarik dan mengasyikan dari tempat wisata luar kota lainnya.

Monumen Nasional Jakarta atau yang lebih dikenal dengan Monas menjadi salah satu tempat rekreasi yang dapat anda kunjungi. Monumen yang menjadi simbolis atau ikon kota Jakarta. Monas sudah banyak dikenal oleh wisatawan seluruh Indonesia. Bahkah bukan wisatawan mancanegara juga telah mengenal monas. Hal ini menjadikan tugu monas salah satu landscape yang sudah dikenal diluar negeri. Selain sebagai simbolis kota Jakarta, area monas digunakan sebagai tempat rekreasi. Berkunjung ke monas selain untuk rekreasi sekaligus juga sebagai wisata sejarah dan edukasi. Monas menjadi tempat reksreasi favorit bagi wisatawan dari dalam maupun luar kota Jakarta.

Tugu Monas berbentuk tugu obelisk. Monas dibangun atas perintah dari Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir, Soekarno. Monas mulai dibangun pada tanggal 17 Agustus 1961. Memerlukan beberapa tahun untuk penyelesaiannya. Dan pada tanggal 12 Juli 1975 Monas resmi dibuka oleh umum.

Sejarah Singkat Monas

Dalam pembangunannya, Monas memiliki sejarah panjang untuk sampai berdiri. Pembangunan Monas sendiri sempat mengalami kendala dan terhenti pada tahun 1965. Kejadian itu karena adanya peristiwa pemberontakan G30SPKI.

Sejarah panjang pendirian monas terbagi dalam tiga periode :

  1. Periode Pertama

Pada tahun 1961 – 1965, ditahun tersebut mulai dibangun fondasi monas. Terdapat kurang lebih sekitar 360 pasak bumi digunakan sebagai fondasi pembangunan Monumen Nasional.

  1. Periode Kedua

Pada tahun 1966 – 1965, ditahun ini tidak ada pembangunan yang dilakukan. Pembangunan Monumen Nasional terhenti karena disebabkan oleh adanya peristiwa pemberontakan PKI.  Pada saat itu pemberontakan PKI amatlah kejam sampai menggoncang Indonesia.

  1. Periode Ketiga

Pada tahun 1969 – 1975, pada tahun ini dilakukan kembali aktivitas membangun Monumen Nasional. Mulai dari pembangunan tugu Monas, fasilitas umum, dan area sekitar Monas yang terus berjalan. Pada tanggal 12 Juli 1975 Monas resmi dibuka untuk umum. Pada saat itu Presiden Soeharto lah yang meresmikan pembukaan Monumen Nasional.

Monumen Nasional memiliki area seluas kurang lebih 80 hektar. Area yang dibangun disekitar Tugu Monas ini mendapati pergantian beberapa nama. Awal mula artea ini diberi nama dengan Lapangan Gambir. Kemudian berubah nama menjadi Lapangan Ikeda – Lapangan Merdeka – Lapangan Monas. Lalu berganti nama lagi menjadi Taman Monas hingga sekarang.

Bentuk Tugu Monas

Tinggi bangunan monas kurang lebih sekitar 134 meter. Dibagi menjadi 2 bagian, bagian pertama 117.7 meter tinggi Obelisk. Dan 17 meter tinggi dari cawan.

Bentuk Tugu Monas sendiri dirancang yang mengacu pada konsep universal. Konsep universal ini diambil dengan konsep pasangan dari Lingga dan Yoni. Tugu obelisk dilambangkan sebagai Lingga. Mempunyai arti sebagai elemen laki laki yang maskulin dan aktif. Untuk bagian pelataran tugu dilambangkan sebagai Yoni. Memiliki arti elemen wanita yang pasif.

Menurut cerita yang beredar pasangan Lingga dan Yoni melambangkan kesuburan dan keharmonisan. Simbol simbol ini dikenal di Indonesia sejak zaman dahulu kala.

Monumen bersejarah peninggalan Bung Karno, sering dikunjungi warga Jabodetabek, termasuk tamu yang diantarkan oleh Puma Wisata dari Bekasi, Bogor, pengguna jasa sewa ELF di Tangerang maupun Banten.

Emas Monas

Pada bagian paling atas Monas terdapat mahkota yang bentuknya seperti lidah api obor yang menyala. Bentuk dari lidah api obor yang menyala ini memiliki arti sendiri. Lidah api ini melambangkan api yang tak kunjung padam. Maksud artinya adalah sebagai perlambang semangat bangsa Indonesia yang tidak akan perna surut oleh zaman.

Mahkota yang seperti lidah api obor yang menyala tersebut dibuat dari emas murni. Pada awalnya lidah api ini dilapisi oleh emas seberat 35 kg. Sebagian emas sekitar 28 kg merupakan hasil sumbangan dari Teuku Markam. Beliau adalah pengusaha yang berasal dari Aceh. Pada saat itu beliau sangatlah terkenal. Pada tahun 1965, mahkota lidah api obor dilapisi kembali dengan emas murni. Hingga saat ini total berat emas yang melapisi mahkota lidah api obor mencapai 50 kg.

Objek Yang Terdapat di Monas

Ada beberapa objek yang terdapat di Monas yang bisa wisatawan kunjungi. Monas bukan saja hanya sekedar monumen yang dapat kamu lihat, tetapi banyak aktivitas yang dapat dilakukan didalam maupun area monas. Disini terdapat banyak tempat yang bersejarah, dan juga dapat mengedukasi  para pengunjung yang datang, salah satu destinasi wisata poluler di Jakarta. Monas sangatlah cocok dikunjungi bersama keluarga maupun teman teman. Berikut beberapa objek yang terdapat di Monas :

Taman Kota Hijau

Terdapat area terbuka hijau yang dikelilingi pepohonan yang rindang. Dan juga terdapat taman yang memiliki berbagai macam tanaman hijau yang disusun rapih selayaknya taman. Pengunjung dapat melakukan aktivitas seperti bersantai dibawah pohon rindang bersama keluarga. Tak hanya bersantai, disekitaran taman juga terdapat jogging track. Jai bagi pengunjung yang ingin berolahraga juga bisa dilakukan diarea terbuka monas ini.

Monumen dan Patung

Di Monas terdapat beberapa monumen dan karya seni yang indah berupa patung. Monumen yang berada disini didalamnya terdapat catatan sejarah. Pengunjung juga dapat berkeliling sekitar area tugu. Menikmati taman kota dan juga melihat patung patung yang berada disekitar tugu monas.

Air Mancur Menari Monas

Tidak hanya mengunjungi monumen dan melihat patung patung, di area tugu monas terdapat air mancur. Pada malam hari pengungunjung dapat melihat pertunjukan air mancur yang sangat indah. Pertujukan ini berlangsung selama 30 menit. Pertunjukan air mancur dilakukan pada pukul 19.30 dan pukul 20.30 WIB. Pengunjung dapat datang untuk melihat pertunjukan setiap hari sabtu dan minggu.

Relief Sejarah Indonesia di Monas

Disini pengunjung dapat melihat relief relief mengenai sejarah Indonesia. Relief yang terdapat disini disusun secara kronologis berdasarkan waktu sejarah. Pengunjung dapat melihatnya searah jarum jam sesuai dengan waktu sejarahnya. Sejarah disini menggambarkan masa masa penjajahan kolonial, perlawanan bangsa, dan juga terdapat relief pahlawan nasional. Selain masa penjajahan kolonial, terdapat juga sejarah mengenai kejayaan Nusantara. Sejarah kejayaan Nusantara seperti kerajaan Majapahit dan Singhasari.

Museum Sejarah Nasional Monas

Terdapat museum didalam monas. Meseum Sejarah Nasional berada di bagian dasar monumen nasional. Letaknya dibawah kurang lebih berada dikedalaman 3 meter dari permukaan tanah. Luas dari Museum ini 80×80 meter persegi. Museum ini dapat menampung hingga 500 pengunjung.

Didalam museum ini terdapat 51 diorama. Diorama ini memperlihatkan sejarah Nusantara. Dari masa pra sejarah, masa kejayaan nusantara, penjajahan kolonial Eropa, penjajahan kolonial bangsa Belanda, VOC, pergerakan nasional, penjajahan jepang, kemerdekaan sampai dengan masa Orde Baru dimasa pemerintahan Soeharto.

Ruang Kemerdekaan RI

Terdapat amphiteater ruang kemerdekaan didalam cawan monumen. Untuk sampai ke cawan ini, pengunjung dapat menggunakan tangga yang berputar dari pintu sisi selatan dan utara.

Didalam ruang kemerdekaan tersimpan naskah asli proklamasi kemerdekaan RI. Naskah asli ini tersimpan dalam kotak kaca yang berlapis emas. Pada sisi selatan terdapat patung Garuda Pancasila. Patung garuda Pancasila ini terbuat dari perunggu seberat 3.5 ton serta dilapisi emas. Pada sisi timur, terdapat naskah proklamasi kemerdekaan dengan huruf perunggu. Pada mulanya disini juga terdapat bendera pusaka merah putih yang dikibarkan saat kemerdekan RI. Karena usia bendera sudah tua, bendera tersebut sudah tidak dipajang disana lagi. Pada sisi utara, terdapat kepulauan nusantara berlapis emas.

Pelataran Puncak Monumen Nasional

Pada pelataran puncak monas kita bisa melihat landscape kota Jakarta. Dipelataran ini terdapat beberapa teropong untuk melihat kota jakarta. Pengunjung dapat ke puncak monas dengan menggunakan lift di pintu sisi selatan. Pelataran puncak monas dapat menamppung 50 orang.

Kuliner Lenggang Jakarta

Bagi pengunjung yang ingin menikmati kuliner khas betawi maupun khas indonesia, di area sekitar monas terdapat wisata kuliner. Di area Lenggang Jakarta pengunjung dapat mengisi perut yang lapas setelah seharian berkeliling monas. Tentunya makanan yang tersedia disini sangat lezat.

Jam Operasiona Monumen Nasional

Keterangan Waktu
Jam buka Monas
Selasa – Minggu 08.00 – 22.00 WIB
Senin tutup
Jam operasional lift
Pagi 08.00 – 16.00 WIB
Malam 19.00 – 22.00 WIB

Harga Tiket Masuk Monas

Keterangan Harga
Tiket Masuk Museum
Pelajar Rp. 3000,-
Dewasa Rp. 5000,-
Anak-anak Rp. 2000,-
Tiket Masuk Pelataran Puncak
Pelajar Rp. 5000,-
Dewasa Rp. 10.000,-
Anak-anak Rp. 2000,-

Lokasi dan Transportasi Menuju Monas

Monumen Nasional terleletak di pusat Jakarta, tepatnya di Gambir Jakarta Pusat. Lokasinya mudah dijangkau, dan banyak petunjuk yang mengarah ke Monas. Jika anda ingin berwisata ke Monumen Nasiona bersama dengan keluarga dan atau teman teman anda, bisa menggunakan alternatif kendaraan. Artikel bertajuk Solusi Tepat Berwisata bersama Sewa Mobil Harian Jakarta menerangkan tentang itu. Sewa ELF Jakarta Puma Wisata menjadi pilihan yang tepat. Kapasitas ELF sedang 12 – 15 orang dan ELF Long 19 orang.

Tinggalkan Balasan